MK Akan Memutuskan Peran Arsul Sani dalam Menangani Perselisihan Hasil Pemilihan Umum yang Melibatkan Partai Persatuan Pembangunan

Diposting pada

“Putusan akhir mengenai partisipasi Hakim Konstitusi terbaru, Arsul Sani, dalam menangani sengketa hasil pemilihan umum (PHPU) yang melibatkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan segera diambil oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam rapat permusyawaratan hakim (RPH) yang akan digelar dalam waktu dekat, MK akan memutuskan apakah Arsul Sani boleh ikut menangani dan memutus perkara tersebut atau tidak. Hal ini berkaitan dengan asas kekuasaan kehakiman yang harus tegak lurus, termasuk dalam menghindari konflik kepentingan.

Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa jika terdapat hubungan yang menyangkut konflik kepentingan, maka hakim tersebut harus mengundurkan diri atau dipindahkan ke panel lain. Keputusan mengenai partisipasi Arsul Sani dalam PHPU yang melibatkan PPP akan dipertimbangkan dengan hati-hati oleh MK, mengingat pelajaran dari kasus konflik kepentingan yang menimpa mantan Ketua MK Anwar Usman.

Enny juga menegaskan bahwa konflik kepentingan dapat berupa hubungan semenda dan sedarah, atau hubungan emosional, meskipun hakim tersebut telah mengucapkan sumpah sebagai hakim konstitusi. MK berkomitmen untuk menghindari hal tersebut dengan mempertimbangkan aspek undang-undang dan emosional, serta memenuhi syarat minimal 7 hakim yang mengadili perkara.

Pada Kamis (18/1/2024), Presiden Joko Widodo melantik Arsul Sani sebagai Hakim Konstitusi menggantikan Wahiduddin Adams yang telah pensiun. Pelantikan tersebut didasari oleh Keputusan Presiden Nomor 102 P Tahun 2023 yang diajukan oleh DPR.

Dalam pelantikan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, Arsul Sani mengucapkan sumpah untuk melaksanakan kewajiban sebagai hakim konstitusi dengan seadil-adilnya dan sebaik-baiknya, serta memegang teguh UUD 1945 dan berbakti kepada nusa dan bangsa. Dengan demikian, Arsul Sani sah menjadi hakim konstitusi yang baru.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *