"Sri Mulyani Ungkap Fakta Mengejutkan, Indonesia Terpapar Badai Kelam di Kancah Internasional"

‘Sri Mulyani Bongkar Bukti, RI Dilanda Badai Awan Gelap Dunia’

Diposting pada

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa situasi ekonomi dunia saat ini dan di masa depan masih tetap suram. Hal ini telah berdampak pada perekonomian Indonesia, terutama pada sektor ekspor.

Dalam konferensi pers APBN Kita, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga dalam 18 bulan terakhir telah menyebabkan perekonomian dunia melemah. Meskipun inflasi global mulai menurun, diprediksi bahwa suku bunga baru akan turun pada semester II-2024.

Sri Mulyani juga menyoroti bahwa banyak negara telah mengalami kesulitan dalam mengelola anggaran mereka selama masa pandemi. Hal ini diperparah dengan kondisi suku bunga yang tinggi.

“Saat ini, banyak negara menghadapi situasi yang rentan dan membutuhkan intervensi dari sektor fiskal dan moneter. Namun, ruang gerak untuk intervensi tersebut sangat terbatas,” ujar Sri Mulyani.

Dalam situasi ini, sektor manufaktur di berbagai negara juga mengalami penurunan yang signifikan. Banyak negara, termasuk Jepang, Perancis, Italia, Inggris, Thailand, Malaysia, Turki, Kanada, dan Afrika Selatan, mengalami kontraksi dalam sektor manufaktur mereka.

Meskipun demikian, ada beberapa negara yang berhasil mengalami pemulihan dalam sektor manufaktur mereka, seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Vietnam, Australia, dan Brazil.

Sri Mulyani menegaskan bahwa kinerja APBN 2024 akan menjadi kunci untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang. Dengan mempertahankan kredibilitas dan kehati-hatian dalam pengelolaan APBN, diharapkan Indonesia dapat menghadapi guncangan ekonomi global dengan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *